Pemerintah Singapura telah mengizinkan warga negara asing untuk mengunjungi negara mereka. Namun, migran diharuskan mengenakan gelang pelacak elektronik saat berada di Singapura.

Dikutip dari Reuters, Rabu (5/8), pemerintah Singapura mulai menerapkan kebijakan menggunakan gelang pelacak elektronik untuk turis mulai 11 Agustus 2020. Gelang pelacak elektronik digunakan untuk memantau penggunanya apakah mereka mematuhi aturan karantina selama Pandemi virus Covid-19.

Wisatawan yang berusia di atas 12 akan diminta untuk mengaktifkan gelang pelacak elektronik ketika berada di tempat tinggal sementara mereka. Setelah diaktifkan, gelang akan mengirimkan peringatan kepada pihak berwenang setempat jika orang yang memakai gelang meninggalkan kediaman sementara, atau mencoba mengakali perangkat.

Pengguna gelang juga terikat oleh aturan yang ada, yaitu pelanggaran memenuhi aturan baru selama pandemi Covid-19 dapat didenda 10.000 SGD atau sekitar 106 juta rupiah, dan dapat dipenjara hingga enam bulan. Untuk warga negara asing yang memiliki izin kerja di Singapura, dan terbukti telah melakukan pelanggaran, mereka berisiko kehilangan izin kerja atau visa.

Pemerintah Singapura menegaskan gelang yang menggunakan sinyal GPS dan Bluetooth hanya untuk memantau pergerakan penggunanya, bukan untuk mengambil dan menyimpan data pribadi warga. Selain itu, gelang ini juga tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan suara dan video. Semua lokasi atau data Bluetooth yang dikumpulkan oleh perangkat dienkripsi dan tidak akan dikirim dari perangkat ke sistem back-end resmi.

"Hanya pejabat pemerintah yang diotorisasi oleh otoritas masing-masing yang akan memiliki akses ke data untuk keperluan pemantauan dan penyelidikan," kata pemerintah Singapura dalam sebuah pernyataan.

Selain Singapura, Hong Kong dan Korea Selatan telah terlebih dahulu menerapkan penggunaan gelang pelacak elektronik, yang terlihat seperti label pasien di rumah sakit, untuk mengawasi karantina migran. Korea Selatan juga menghubungkan perangkat serupa ke ponsel pintar. Ada hukuman untuk deportasi bagi pelanggar.

Baca juga: Sebagian Besar Destinasi Perjalanan Singapura Mulai Juli

Jika Anda ingin bepergian ke Singapura, patuhi peraturan dan protokol kesehatan lokal, ya guys!

Pos Turis Harus Memakai Pelacak Elektronik Ketika Mengunjungi Singapura muncul pertama kali di TripZilla Indonesia.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin