AirAsia Indonesia mengumumkan penerbangan kembali dan melayani rute domestik dan internasional mulai 8 Juni 2020. Setiap penumpang yang terbang dengan AirAsia Indonesia harus memenuhi persyaratan yang ditentukan secara spesifik.

Dalam pernyataan resminya, AirAsia Indonesia mengatakan akan secara bertahap menyesuaikan penerbangan operasional pada rute internasional dan domestik terjadwal. Dia juga meminta semua calon penumpang yang terbang bersama AirAsia untuk memenuhi semua kondisi yang telah ditentukan.

Di akun Instagram resmi AirAsia Indonesia, @airasia_bhsindonesia, maskapai dari Malaysia meminta agar semua calon penumpang yang akan terbang bersama mereka selalu mematuhi ketentuan yang ditentukan, mulai dari kesehatan, imigrasi dan pembatasan perjalanan yang ditetapkan di wilayah tujuan atau pemerintah.

Dilaporkan dari situs web resmi, di bawah ini adalah kondisi yang harus dipenuhi untuk menjadi penumpang AirAsia Indonesia.

Calon penumpang yang akan bepergian dengan AirAsia domestik harus dapat memenuhi ketentuan berikut:

1. Identitas pribadi (KTP atau identifikasi lainnya).

2. Sertifikat kesehatan yang membuktikan hasil Covid-19 RT-PCR negatif dan berlaku maksimal 7 hari sejak dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan; atau Covid-19 hasil Rapid Test negatif dan maksimal 3 hari sejak diterbitkan; atau sertifikat bebas gejala seperti influenza untuk daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR atau Tes Cepat.

3. Isi kartu peringatan kesehatan elektronik (e-HAC) sebelum pergi. Silakan akses melalui aplikasi e-HAC Indonesia (Android) atau kunjungi sini.

4. Khusus penumpang dari / ke DKI Jakarta diharuskan memiliki Izin Keluar dan Masuk (SIKM) yang dapat diproses sini.

5. Khusus untuk penumpang tujuan akhir, Bali harus menunjukkan hasil PCR (bukan tes cepat) dengan hasil negatif dan mengisi formulir sini.

6. Isi pernyataan perjalanan AirAsia. Silakan unduh sini.

7. Membawa dokumen yang diperlukan sesuai dengan perjalanan yang akan dilakukan (sesuai dengan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 5 Tahun 2020), yaitu:

  • Orang yang bekerja di lembaga pemerintah atau swasta yang berorganisasi; Layanan penanggulangan COVID-19, pertahanan, keamanan, ketertiban umum, kesehatan, kebutuhan dasar, layanan pendukung dasar, dan fungsi ekonomi penting.

– Surat penugasan untuk Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Nasional Indonesia, yang ditandatangani oleh pejabat eselon 2 minimum;
– Surat penugasan untuk karyawan Badan Usaha Milik Negara / Daerah, Lembaga Non-pemerintah, dan Lembaga Bisnis yang ditandatangani oleh Direktur / Kepala Kantor;
– Sertifikat Transkripsi Terbalik – uji Reaksi Rantai Polimerase (RT-PCR) dengan hasil tes negatif berlaku selama 7 hari atau sertifikat tes Tes Cepat dengan hasil non-reaktif berlaku selama 3 hari setelah keberangkatan;
– Sertifikat bebas gejala seperti influenza (penyakit seperti influenza) dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit / Puskesmas untuk daerah yang tidak memiliki Tes PCR / fasilitas Tes Cepat;
– Bagi mereka yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh kepala desa / kepala desa setempat;
– Identifikasi pribadi (KTP atau identifikasi valid lainnya);
– Laporkan rencana perjalanan (jadwal keberangkatan, jadwal ketika di daerah tugas, dan waktu kembali).

  • Pasien yang membutuhkan layanan kesehatan darurat atau orang-orang yang keluarga dekat (orang tua, pasangan, anak-anak, saudara kandung) sakit parah atau telah meninggal

– Identifikasi pribadi (KTP atau identifikasi valid lainnya)
– Sertifikat kematian sesuai dengan peraturan yang berlaku;
– Sertifikat rujukan rumah sakit untuk pasien atau orang yang sakit parah;
– Sertifikat Tes Transkripsi Balik – Tes Reaksi Rantai Polimerase (RT-PCR) dengan hasil tes negatif yang berlaku selama 7 hari atau sertifikat tes Tes Cepat dengan hasil non-reaktif yang berlaku selama 3 hari pada saat keberangkatan untuk keluarga yang menyertai pasien / orang sakit parah atau mayat; atau
– Sertifikat bebas gejala seperti influenza (penyakit seperti influenza) dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit / Puskesmas untuk daerah yang tidak memiliki Tes PCR / fasilitas Tes Cepat.

  • Pemulangan pekerja migran Indonesia, warga negara Indonesia dan pelajar luar negeri, dan pemulangan orang karena alasan khusus oleh pemerintah ke daerah

– Identifikasi pribadi (KTP atau identifikasi valid lainnya)
– Sertifikat dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) atau sertifikat dari Kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri untuk Pekerja Migran Indonesia.
– Sertifikat dari Universitas atau Sekolah untuk siswa dan siswa.
– Sertifikat uji uji Transkripsi Balik – Reaksi Rantai Polimerase (RT-PCR) dengan hasil tes negatif berlaku selama 7 hari atau sertifikat uji Rapid Test dengan hasil non-reaktif yang berlaku selama 3 hari setelah keberangkatan;
– Memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengenai Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), warga negara Indonesia dan pelajar / pelajar yang berada di luar negeri, dan pemulangan karena alasan khusus oleh Pemerintah.

persyaratan penumpang airasia
Kredit gambar: AirAsia Indonesia

Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan internasional harus memenuhi persyaratan berikut:

1. Identifikasi pribadi (paspor atau identifikasi lainnya).

2. Sertifikat kesehatan dalam bahasa Inggris berlaku untuk maksimum 7 hari dari penerbitan fasilitas kesehatan dari negara asal.

3. Isi kartu peringatan kesehatan elektronik (e-HAC) sebelum pergi. Silakan akses melalui aplikasi e-HAC Indonesia (Android) atau kunjungi situs ini.

4. Khusus penumpang dari / ke DKI Jakarta diharuskan memiliki Izin Keluar dan Masuk (SIKM) yang dapat diproses sini.

5. Khusus untuk penumpang tujuan akhir, Bali harus menunjukkan hasil PCR (bukan Rapid Test) dengan hasil negatif dan mengisi formulir sini.

Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan internasional diharapkan untuk belajar dan memenuhi persyaratan migrasi negara / wilayah transit dan tujuan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs web imigrasi resmi negara tersebut, atau periksa daftar negara dengan batasan perjalanan.

Selain membawa ketentuan di atas, mereka yang terbang dengan AirAsia Indonesia juga harus memenuhi prosedur yang ditetapkan, yaitu:

1. Kewajiban untuk menggunakan topeng

Semua tamu AirAsia harus membawa dan menggunakan masker pribadi dengan benar sebelum, selama dan setelah penerbangan, termasuk saat check-in dan mengambil bagasi. Para tamu yang tidak memakai topeng tidak akan diizinkan naik ke pesawat.

2. Pemeriksaan suhu tubuh

Pemeriksaan suhu tubuh akan dilakukan di beberapa titik, termasuk di gerbang keberangkatan. Awak kabin juga akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum bertugas.

3. Simpan tanda jarak

Penanda jarak tersedia di sejumlah titik, termasuk di area lounge penumpang, konter dan kios check-in. Kami juga akan memfasilitasi penghitung check-in tambahan dan mengembangkan layanan check-in bebas-kontak yang inovatif.

4. Layanan check-in web atau aplikasi dan waktu kedatangan di bandara

Check-in melalui web dan aplikasi untuk mengurangi kontak fisik dan kontak permukaan selama proses mendaftar dan masuk ke pesawat. Harap tiba lebih awal di bandara, setidaknya 5 jam sebelum jadwal keberangkatan, untuk memiliki waktu luang untuk melakukan serangkaian proses pemeriksaan yang diperlukan. Konter check-in manual masih tersedia di bandara.

5. Ketentuan bagasi kabin

Kami telah menerapkan kebijakan baru tentang bagasi untuk mengakomodasi arah jarak jauh selama proses turun dan naik. Penumpang hanya diperbolehkan membawa satu bagasi kabin dengan ukuran maksimum 40cm (Tinggi) x 30cm (Lebar) x 10cm (Panjang), seperti tas laptop dan tas jinjing dengan berat maksimum 7kg. Untuk detail lebih lanjut, silakan klik di sini.

Bagasi di luar kondisi ini harus dibagi. Kebijakan ini untuk meminimalkan kontak antara penumpang dan penumpang lain & # 39; bagasi. AirAsia menyediakan alokasi bagasi gratis untuk penerbangan domestik hingga 15 kg per penumpang.

6. Pesan makanan sebelum terbang online

Makanan hangat di pesawat atau makanan panas dalam pesawat tidak tersedia untuk pembelian di pesawat. Silakan memesan makanan melalui Pembelian Saya setidaknya 24 jam sebelum keberangkatan. Makanan ringan dalam kemasan dan minuman dalam kaleng atau botol masih tersedia di kapal.

7. Kebersihan pesawat

Seluruh armada AirAsia menjalankan prosedur desinfeksi rutin yang semakin intensif di tengah situasi saat ini.

Semua produk pembersih, sanitasi, dan disinfektan yang digunakan telah disetujui oleh otoritas kesehatan dan produsen pesawat Airbus. Semua pesawat AirAsia dilengkapi dengan filter udara HEPA standar rumah sakit, yang dapat menyaring 99,999% partikel dan kontaminan di udara seperti virus dan bakteri.

Baca juga: Ini adalah Persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa pergi ke Bali

Syarat, ketentuan, dan prosedur keselamatan AirAsia Indonesia akan diperbarui secara berkala. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat langsung mengunjungi situs web resmi AirAsia atau aplikasinya. Siap terbang dengan AirAsia?

Posting ini terbang mulai 8 Juni 2020, Ini adalah Ketentuannya sehingga Penumpang AirAsia Indonesia muncul pertama kali di TripZilla Indonesia.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *