Malang Raya menunjukkan kekuatannya di dunia pariwisata dalam beberapa tahun terakhir. Daerah yang luas ini terdiri dari Kota Malang, Kota Wisata Batu dan Kabupaten Malang praktis memiliki segalanya untuk menjadi tujuan favorit bagi siapa pun. Hampir semua jenis tujuan wisata ada di sini. Fasilitas pendukung juga sangat lengkap, mulai dari akses jalan hingga penginapan.

Salah satu tren yang bisa dibaca dari tumbuhnya pariwisata di Malang adalah maraknya pariwisata pendidikan, salah satunya adalah museum. Para pelaku pariwisata di Malang Raya sepertinya ingin menghapus citra bahwa museum itu adalah tempat yang membosankan. Museum sebagai tempat belajar banyak hal baru, juga bisa menyenangkan. Malang Raya memiliki beberapa contoh.

1. Kenali sejarah transportasi di Museum Angkut

Kredit gambar: @ angkutan museum

Jangan salah karena nama museum transportasi, isinya hanya kendaraan tua. Museum ini memiliki banyak koleksi kendaraan tua, tampilanitu juga akan membuat Anda terpana.

Kredit gambar: @fatwarya

Selain kondisi yang masih licin, pengaturannya juga diperhitungkan dengan baik sehingga dapat menciptakan berbagai zona menarik seperti Gangster Town, Buckingham Palace, Runway 27, dan lainnya.

Kredit gambar: @amandatydes

Yang pasti, Museum Angkut menyediakan banyak wahana bagi Anda untuk mengambil foto keren. Tidak hanya dengan mobil antik, Anda juga dapat menemukan helikopter dan pesawat kepresidenan di sini.

Kredit gambar: @christinaemon

Ada juga berbagai prototipe kendaraan ramah lingkungan terbaru. Jadi Anda bisa menemukan semuanya di sini, dari kendaraan kuno hingga yang terbaru.

Lokasi: Jl. Sultan Agung No. 2, Ngaglik, Kota Wisata Batu.
Jam buka: Setiap hari, 12.00 – 20.00
Harga tiket: 100.000 IDR

2. Sejarah militer dan perjuangan kemerdekaan di Museum Brawijaya

Kredit gambar: @tirzalova

Museum Brawijaya didirikan khusus untuk mengenang perjuangan Indonesia untuk mendapatkan dan mempertahankan kemerdekaan selama periode revolusioner. Museum di Malang ini secara resmi dibuka pada 4 Mei 1968. Terletak di tengah kota Malang, Museum Brawijaya mudah diakses dari segala arah. Di depan museum, Anda sudah dapat melihat beberapa koleksi seperti tank, meriam, senjata Double Loop Pompom yang telah digunakan untuk berperang melawan Belanda dan sekutu mereka, termasuk pertempuran legendaris 10 November di Surabaya.

Kredit gambar: @ina_ariefian

Memasuki museum, Anda akan disuguhi koleksi foto, lukisan, dan sejarah perjuangan Indonesia. Yang mencolok, tentu saja, adalah sejumlah besar koleksi yang melibatkan Panglima Besar Sudirman. Museum Brawijaya paling cocok dikunjungi pada hari Minggu karena jalan Ijen yang berada tepat di depannya ditutup untuk acara hari tanpa kendaraan bermotor. Sambil berjalan-jalan santai, Anda dapat menumbuhkan cinta Indonesia dengan mengunjungi museum ini.

Lokasi: Jalan Ijen No.25 A, Gading Kasri, Klojen, Malang.
Jam buka: Senin-Kamis 8:00 hingga 14:30, Jumat 8:00 hingga 11:30, Sabtu-Minggu 8:00 hingga 13:00
Harga tiket: 5.000 IDR

3. Mengenang pejuang HAM di Museum Omah Munir

Kredit gambar: @mbgamulya

Munir adalah pejuang hak asasi manusia (HAM) yang bertekad untuk membantu banyak korban penindasan di Indonesia pada dekade 90-an hingga 2000-an. Dia meninggal karena keracunan saat dia pergi ke Belanda untuk belajar. Meskipun sudah tiada, antusiasme Munir terus berlanjut oleh banyak pejuang HAM lainnya. Museum Omah Munir didirikan untuk memperingati prajurit sambil memberikan pendidikan tentang hak asasi manusia bagi pengunjung.

Kredit gambar: @agungrizkhi

Di dalam museum, ada banyak memorabilia yang menyaksikan kehidupan dan perjuangan seorang Munir. Anda dapat melihat semuanya, mulai dari sepatu hingga memorabilia terakhir yang dikenakan oleh almarhum saat naik pesawat ke Belanda. Dari Omah Munir, juga akan ada Museum Hak Asasi Manusia yang juga terletak di Kota Batu.

Lokasi: Jalan Bukit Berbunga No.2, RT 4 / RW 7, Sidomulyo, Kabupaten Batu, Kota Batu.
Jam buka: Selasa – Minggu, 10:00 – 16:00
Harga tiket: Gratis

4. Ribuan topeng di Museum Kerajaan Tengeng (Museum Warisan Budaya Indonesia) D & # 39;

Kredit gambar: @andinurfakhri

Indonesia Heritage Museum (IHM), sebelumnya dikenal sebagai D & # 39; Museum Topeng Kingdom, masih merupakan bagian dari Kelompok Taman Jawa Timur. Lokasinya juga di kawasan Museum Angkut. Namun, IHM lebih fokus pada koleksi benda seni tradisional asli Indonesia. Dari nama awalnya, koleksi terbesarnya memang topeng yang berasal dari banyak suku di nusantara.

Kredit gambar: @nyong_fu

Tetapi koleksi IHM tidak berhenti di topeng saja. Berbagai artefak lain seperti alat musik dan senjata tradisional juga dipajang di sini. Yang menarik, museum ini sudah memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR). Cukup unduh aplikasi AR di ponsel cerdas Anda, lalu pindai berbagai gambar yang memiliki kode batang di museum. Gambar kemudian akan hidup kembali, lengkap dengan efek suara. Hal terpenting bagi yang suka foto, bisa juga selfie dengan efek AR itu.

Lokasi: Jl. Terusan Sultan Agung No. 2, Ngaglik, Kota Wisata Batu
Jam buka: Setiap hari, 11:00 – 20:00
Harga tiket: Hari normal Rp 50.000, hari libur, Sabtu dan Minggu Rp 70.000

5. Pelajari tentang binatang di Museum Hewan

Kredit gambar: @ febydita96

Museum Satwa Liar adalah bagian dari Taman Jawa Timur 2. Manajemen mengklaim bahwa museum di Malang adalah museum bertema hewan terbesar di Indonesia. Bangunan itu memang megah dan sangat fotogenik. Dari depan, Anda dapat melihat sejumlah patung hewan raksasa dan fasad bangunan bergaya Romawi kuno. Banyak pengunjung puas dengan foto-foto di sini sebelum memasuki museum.

Kredit gambar: @hanieditya

Di dalamnya, Anda akan melihat koleksi berbagai diorama hewan, mulai dari mini hingga ukuran besar. Semua ditempatkan di tempat-tempat seperti habitat aslinya. Bukan hanya hewan yang masih ada sampai sekarang, hewan yang telah punah pun dibuat replika diorama-nya. Anda dapat menikmati Pertunjukan Mayapada, mengambil foto dengan patung gajah berwarna-warni, mengenali serangga di insektarium, memasuki sangkar raksasa, dan banyak atraksi lainnya.

Lokasi: Jl. Oro-Oro Ombo No.9, Oro-Oro Ombo, Distrik Batu, Kota Batu.
Jam buka: Setiap hari, 10:00 – 17:00
Harga tiket: IDR 120.000 pada hari kerja dan 150.000 akhir pekan. Ini adalah tiket kanal Taman Jawa Timur yang juga mencakup Batu Secret Zoo.

6. Temukan harmoni di World Music Museum

Kredit gambar: @ labana.cabrera17

Bagi Anda yang suka musik, museum ini tidak dapat dilewatkan jika Anda sedang dalam perjalanan ke Batu. World Music Museum adalah tempat di mana semua jenis alat musik dikumpulkan dari seluruh penjuru bumi. Museum ini juga memiliki tempat khusus untuk memperkenalkan alat musik tradisional dari setiap provinsi di Indonesia. Dijamin Anda akan bisa belajar banyak di sini!

Kredit gambar: @sigitwd

Museum ini adalah bagian dari Taman Jawa Timur 3. Wahana yang disediakan juga beragam. Anda dapat menyeberangi Abbey Road dengan gaya Beatles, mengunjungi Concert Hall, mengambil gambar seperti lebih banyak konser, belajar banyak tentang kotak musik dan instrumen yang lebih tua. Pokoknya semua tentang alat musik Anda dapat melihat sejarahnya dan belajar di sini.

Lokasi: Jl. Raya Ir. Soekarno No.144 Beji Junrejo
Jam buka: Setiap hari, 12.00 – 21.00
Harga tiket: 50,000 IDR

7. Kembali ke Malang kuno di Museum Mpu Purwa

Kredit gambar: @goruli

Mpu Purwa adalah nama seorang pendeta Buddha Mahayana yang juga ayah dari Ken Dedes (dalam cerita lain, ia disebut sebagai kakak lelaki Ken Dedes). Nama Mpu Purwa diambil sebagai nama museum yang bertujuan untuk menyusun dan melestarikan sejarah kuno Malang Raya. Malang adalah tempat berdirinya Kerajaan Kanjuruhan, kerajaan pertama di Jawa Timur. Malang juga menjadi pusat kerajaan Tumapel, Sengguruh, dan Singosari.

Kredit gambar: @tikariniw

Karena sejarah yang panjang itu, banyak peninggalan kuno ditemukan di seluruh Malang Raya. Berbagai benda kuno yang sempat melayang, diendapkan ke berbagai pihak hingga akhirnya memiliki rumah sendiri di museum ini. Beberapa koleksi paling penting di museum ini termasuk Patung Ganesha Bunulrejo, Patung Wajah Catur Brahma, dan Prasasti Dinoyo 2.

Lokasi: Jl. Perumahan Soekarno Hatta Griya Shanta Blk. B No.210, Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang
Jam buka: Senin – Sabtu, 8:00 – 16:00
Harga tiket: Gratis

8. Sejarah lengkap kota Malang ada di Museum Tempo Doeloe Malang

Kredit gambar: @poetryreading

Jika Anda ingin mengetahui sejarah super lengkap kota Malang dari zaman kuno sampai sekarang, Anda perlu datang ke Museum Tempo Doeloe Malang. Di sini, Anda bisa tahu bahwa ternyata kota Malang pernah menjadi danau atau laut purba. Anda bahkan dapat melihat fosil hewan purba yang berasal dari jutaan tahun yang lalu.

Maka Anda akan dapat melihat koleksi yang menggambarkan Malang di era kerajaan. Ada banyak patung, senjata, ilustrasi gua, dan koleksi lainnya yang menunjukkan perjalanan panjang kota. Selanjutnya mulailah ke era modern di mana Anda dapat melihat kota Malang dari saat itu masih dikuasai oleh Belanda sampai setelah kemerdekaan. Banyak foto lama pasti akan membuka mata Anda di sini.

Lokasi: Jl. Gajahmada, Kidul dalem, Kabupaten Klojen, Kota Malang
Jam buka: Setiap hari, 8:00 pagi – 5:00 sore
Harga tiket: 10.000 untuk pelajar, 15.000 untuk warga Malang, dan 25.000 untuk umum.

9. Koleksi mengerikan milik Museum Kesehatan Mental

Kredit gambar: @aj_arsk

Salah satu museum yang benar-benar tidak biasa di Malang adalah Museum Kesehatan Mental di Lawang. Museum ini adalah bagian dari RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat yang telah berdiri selama ratusan tahun. Sesuai namanya, Anda dapat melihat perkembangan perawatan dan peralatan yang digunakan untuk mengobati orang dengan gangguan kejiwaan.

Kredit gambar: @hafizagassi

Di antara hal-hal yang bisa Anda lihat di sini adalah bak mandi hidroterapi dengan penutup untuk merendam pasien dalam air dingin. Lalu ada juga jaket lurus yang berguna untuk menjinakkan pasien yang memberontak. Lalu ada bingkai kayu, rantai kaki, borgol, dan yang paling mengerikan tentu saja adalah alat iris otak. Ya, Anda tidak salah baca! Di masa lalu, praktik penanganan pasien kejiwaan sadis dan mengerikan, salah satunya dengan membongkar otaknya.

Lokasi: Jalan Jenderal Ahmad Yani, Distrik Lawang, Kabupaten Malang
Jam buka: Senin – Jumat, 8:00 – 16:00
Harga tiket: Gratis

10. Misteri tubuh manusia di Museum Tubuh

Kredit gambar: @museumtubuh

Nama resminya adalah Museum Tubuh Bagong Adventure. Museum di Malang ini unik, mengingat Anda dapat menjelajahi bagian-bagian tubuh manusia dengan cara yang menyenangkan. Tentunya tempat ini sangat pas untuk wisata keluarga karena unsur pendidikannya sangat kental. Museum Tubuh juga terletak di sebuah komplek dengan Taman Jawa Timur 1. Yang pasti, aksesnya sangat mudah.

Kredit gambar: @museumtubuh

Museum ini dibagi menjadi beberapa zona seperti otak, mata, paru-paru, hati, dan lainnya. Anda dapat melihat replika bagian tubuh manusia dalam ukuran yang sangat besar.

Kredit gambar: @ putriana15

Ada juga fasilitas pemeriksaan medis. Tidak buruk kan, bisa bepergian sambil memeriksa kesehatan. Anda juga dapat memasuki ruang Bioskop 3D untuk melihat film tentang tubuh dan menjadi dokter dalam perjalanan Menjadi dokter!

Lokasi: Jl. Kartika No. 2, Kota Wisata Batu
Jam buka: Setiap hari, 8:30 – 16:30
Harga tiket: IDR 55.000 hari kerja dan akhir pekan Rp 120.000.

Baca juga: 7 Hotel di Malang dengan Tampilan Indah dan Harga Murah

Jadi, museum Malang mana yang akan Anda kunjungi pertama kali?

Museum 10 pos di Malang untuk Tempat Belajar Hebat pertama kali muncul di TripZilla Indonesia.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *